Google
Your Ad Here

Sabtu, 19 April 2008

Limbah Padi Untuk Pembangkit Listrik

Limbah padi yang selama ini terbuang begitu saja, ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
Asosiasi Petani Palawija Indonesia (AP3I) merancang pemanfaatan limbah padi menjadi pembangkit listrik.

Menurut AP3I Edianto Prasetyo, selama ini limbah padi seperti sekam dan jerami kurang dimanfaatkan, bahkan sering dibakar begitu saja seusai panen. Karena dia merancang proyek pemanfaatan limbah padi ini dinamai Energi Biomassa dan pengembangannya akan dipusatkan di kabupaten Tabanan, Bali.

Namun demikian, sambung Edi, setelah dilakukan survei, bahan baku pemabngkit ini belum mencukupi, sehingga memerlukan pasokan limbah padi dari daerah lain seperti Denpasar, Badung, Klungkung dan Gianyar. "Karena untuk menghasilkan daya 10 MW memerlukan tidak kurang 120 ribu ton sekam dan padi per tahun," jelasnya, di Bali, Sabtu (19/4/2008).

Dengan kebutuhan sebanyak ini dia berharap limbah padi yang selama ini terbuang begitu saja dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Apalagi jika didukung dengan bahwa lahan pertanian di Denpasar masih cukup luas yakni 217 hektare (Dede Suryana)

Ahmadinejad: Harga Minyak Masih Murah

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menilai, kenaikan harga minyak yang telah memecahkan rekor dengan tembus USD116 per barel, masih terjangkau.

"Harga minyak lebih dari USD115 per barel. Minyak adalah komoditas strategis dan minyak harus mencari harga yang sesungguhnya," ujar Presiden negara penghasil minyak terbesar keempat di dunia itu, seperti dikutip AFP, Sabtu (19/4/2008).

Sementara itu, Menteri Perminyakaan Gholam Hossein Nozari, menolak ajakan para negara kartel minyak untuk menyuplai minyak sebagai bentuk pengendalian harga energi tak terbarukan tersebut. ?

"Ketika harga minyak sudah mapan dan suplai lebih tinggi ketimbang permintaan, maka situasi tersebut bisa disalahgunakan," ujar Gholam.

Sebelumnya, The Organisation of Petroleum Exporting (OPEC) juga menolak adanya kenaikan suplai minyak dunia. Ahmadinejad juga telah menyarankan agar minyak tidak diperjualbelikan dalam denominasi dolar Amerika Serikat (USD).

"Tidak lama lagi USD tidak berperan dalam sistem ekonomi dunia. Mereka hanya mencetaknya dan menyebarluaskan di seluruh dunia tanpa ada komoditas yang mendukungnya," tegas Ahmadinejad.

Sekadar diketahui, Negeri Seribu Satu Malam itu secara agresif mengurangi ketergantungan terhadap USD sejak beberapa tahun yang lalu. Langkah itu menyusul ketegangan di Timur Tengah akibat invasi AS dan larangan penggunaan senjata nuklir, yang ditebarkan oleh Negeri Adidaya tersebut. Kondisi itu berdampak negatif terhadap harga minyak, yang langsung meroket.

Saat ini, justru Amerika Serikat tengah menghadapi resesi ekonomi. Mata uangnya jatuh dan berdampak luas terhadap ekonomi global. Cadangan minyak mentah AS juga merosot tajam.

dikutip dari okezone.com 19 April 08

Pecahkan Rekor, Harga Minyak Nyaris USD117

Harga minyak semakin mengkhawatirkan. Banderol energi tak terbarukan ini terus bergerak liar dan memecahkan rekor tertinggi, dengan tembus USD116 per barel dan nyaris sentuh USD117 per barel.

Harga minyak yang terus bergerak tidak terkendali ini adalah akumulasi kondisi ekonomi global yang makin tidak karuan. Mulai dari tingginya volatilitas nilai tukar dolar Amerika Serikat, ancaman inflasi dunia, dan berbagai ketegangan di negara produsen antara lain Iran dan Nigeria.

Harga minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Mei di papan elektronik perdagangan New York Mercahntile Excahnge, Jumat 18 April waktu setempat, meningkat signifikan USD1,83 per barel ke posisi USD116,69 per barel.

Seperti dikutip Associated Press (AP) Sabtu (19/4/2008), sejumlah analis memprediksikan, pemangkasan tingkat suku bunga Amerika Serikat atau The Fed rate, menjadi titik api penyulut kenaikan harga minyak ini.

dikutip dari Okezone.com 19 April 08